-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Lembut
kata 'lĕmbut" saat diucapkan maka huruf /b/ dibaca samar sehingga akan terdengar seperti 'lĕmut'
Salabisasi: lĕm-but
Kelas kata: Adjektiva
Makna: Lembut; lunak; lemah; layu (tidak separah lĕmbèk). Lawan kata: tĕger, kadang kras. Bandingkan dengan lĕmpuk.
Fungsi Utama: Menggambarkan tekstur benda yang lunak, intensitas yang melemah (angin, panas), atau kondisi fisik yang lemas.
Contoh Penggunaan:
- Wah kayu, nge lĕmbut, nge tasak; nge lĕmbèk, nge tasak tu. : Jika buah sudah lunak, berarti sudah masak; jika sudah lembek/memar, berarti sudah terlalu masak.
- Nge lĕmbut kuyu. : ngin [yang tadinya kencang] sekarang sudah melemah/lembut.
- Lĕmbut pĕdih ukuku rĕmalan. : Lututku terasa sangat lemas ketika berjalan.
- Nge lĕmbut lō ini. : Hari sudah agak kurang panas [misalnya karena langit menjadi mendung atau matahari sudah tidak setinggi tadi di langit].
Catatan:
- Lawan kata lĕmbut bisa tĕger (kaku, keras) atau kras (keras, hebat), tergantung konteksnya. Lĕmbut mewakili spektrum dari lunak (tekstur), lemah (intensitas), dan lemas (kondisi fisik).
- Bandingkan dengan:
- Lĕmpuk: spesifik menggambarkan kematangan dan keempukan hasil masakan (umbi, buah rebus).
- Lĕmbèk: lembek atau benyek, kondisi yang lebih parah atau tidak diinginkan dibandingkan lĕmbut (seperti buah yang sudah over-ripe/memar).
- Tĕger: keras atau kaku (lawan kata untuk tekstur dan fisik).
- Kras (kĕras): keras, hebat (lawan kata untuk intensitas angin atau suara).
- Penggunaan lĕmbut untuk menggambarkan melemahnya angin, berkurangnya panas matahari, dan lemasnya lutut menunjukkan fleksibilitas kata ini dalam melukiskan penurunan intensitas atau kekuatan.
Kelima kata ini berkaitan dengan konsep 'keras' dan 'lunak', namun memiliki konteks, nuansa, dan lawan kata yang berbeda-beda. Berikut adalah perbandingannya:
- Berkaitan dengan Tekstur atau Intensitas: Kelimanya adalah adjektiva yang menggambarkan kualitas fisik (tekstur, kekuatan) atau intensitas (kekuatan, volume).
- Berpasangan Secara Oposisi: Masing-masing memiliki lawan kata yang jelas, menciptakan spektrum makna dari keras ke lunak, kuat ke lemah.
| Aspek | tĕrkol | tĕger | lĕmbut | lĕmpuk | kĕras (kras) |
|---|---|---|---|---|---|
| Makna Dasar | Keras, tidak mau lunak (saat dimasak). | Keras, kaku, kuat, teguh. | Lembut, lunak, lemah, layu. | Empuk, lunak (matang sempurna saat dimasak). | Keras, hebat, dahsyat, lantang. |
| Konteks Utama | Kuliner: buah atau umbi yang direbus. | Fisik manusia, tekstur benda, watak. | Tekstur, intensitas (angin, panas), fisik (lemas). | Kuliner: umbi dan buah yang direbus/dikukus. | Intensitas (angin, suara, penyakit). |
| Lawan Kata | lĕmpuk | lĕmbut | tĕger atau kĕras | tĕrkol | lĕmbut atau pora |
| Spektrum Makna | Spesifik: tekstur masakan yang gagal lunak. | Luas: kekuatan struktural dan keteguhan. | Luas: tekstur lunak, intensitas rendah, kondisi lemas. | Spesifik: tekstur masakan yang berhasil lunak. | Luas: intensitas tinggi, volume keras, keganasan. |
| Contoh Kunci | (Buah rebus) tidak mau empuk. | Jĕma tĕger (orang kuat); krō tĕger (nasi keras). | Nge lĕmbut kuyu (angin melemah); wah kayu nge lĕmbut (buah sudah lunak/masak). | Nge lĕmpuk (sudah empuk matang). | Kuyu kras (angin keras); kĕras pĕdih ling ni lèla (bunyi meriam dahsyat). |
| Nuansa Tambahan | Hasil yang tidak diinginkan (gagal empuk). | Kekuatan positif (fisik) atau negatif (keras kepala). | Dapat bermakna positif (lembut, masak) atau negatif (lemas). | Hasil yang diinginkan (matang sempurna). | Intensitas yang bisa positif (kuat) atau negatif (penyakit ganas). |
Kelima kata ini membentuk jaringan makna yang saling terkait:
-
Tĕrkol dan lĕmpuk adalah pasangan oposisi spesifik dalam konteks kuliner, khususnya hasil rebusan:
- Tĕrkol: keras, tidak mau empuk (hasil yang tidak diinginkan).
- Lĕmpuk: empuk, lunak, matang sempurna (hasil yang diinginkan).
-
Tĕger dan lĕmbut adalah pasangan oposisi umum untuk tekstur dan kekuatan:
- Tĕger: keras, kaku, kuat, baik untuk benda, fisik, maupun watak.
- Lĕmbut: lunak, lemah, lemas, baik untuk tekstur, intensitas, maupun kondisi fisik.
-
Kĕras dan lĕmbut/pora adalah pasangan oposisi umum untuk intensitas:
- Kĕras: keras, hebat, dahsyat (angin, suara, penyakit).
- Lĕmbut: lembut, melemah (angin, panas).
- Pora: ringan, pelan, sedikit (hujan, pukulan, bicara).
Hubungan Silang:
- Tĕger dan kĕras sama-sama berarti 'keras', tetapi tĕger lebih ke 'kaku/teguh' (struktural), sedangkan kĕras lebih ke 'hebat/dahsyat' (intensitas ekspresif).
- Lĕmbut dan lĕmpuk sama-sama berarti 'lunak', tetapi lĕmbut bersifat umum (tekstur, intensitas, fisik), sedangkan lĕmpuk spesifik untuk hasil masakan yang matang sempurna.
- Lĕmbut dan pora sama-sama bisa berarti 'lemah' atau 'pelan', tetapi lĕmbut menekankan pada perubahan keadaan (dari keras menjadi lembut), sedangkan pora menekankan pada kuantitas atau intensitas yang rendah dari awalnya.