-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Becara
Fikaramandio edited this page Jul 3, 2026
·
1 revision
(atau BICARA / PĔCARA)
Salabisasi: be-ca-ra
Kelas kata: Nomina (Kata Benda), Verba (Kata Kerja).
Makna:
- (Nomina) Musyawarah, perundingan, pertimbangan, atau pemikiran matang.
- (Verba) Mempertimbangkan, bermusyawarah, atau bertindak dengan kebijaksanaan.
- (Verba - Perluasan Makna) Mengurus, menyediakan, mencarikan, atau mengusahakan (kesejahteraan/kebutuhan seseorang).
Fungsi Utama: Digunakan sebagai kata benda untuk merujuk pada proses deliberasi atau pengambilan keputusan bersama. Sebagai kata kerja, ia mendeskripsikan tindakan berpikir secara mendalam, bertindak dengan bijak, atau secara pragmatis mengurus dan menyediakan kebutuhan hidup orang lain (seperti nafkah keluarga atau pelunasan utang).
Contoh Penggunaan:
A. Konteks Musyawarah dan Pencarian Nasihat:
- Kune bĕcara reje, bagaimana pendapat reje
B. Konteks Tanggung Jawab Sosial dan Nafkah (Pengurusan):
- Gere ibĕcaraié krō n anaké, ia tidak mengurus/menyediakan nafkah (makan) untuk anaknya.
C. Konteks Penyelesaian Utang dan Kewajiban Finansial:
- ibĕcarankō tir pĕmbèr n utangmu ku aku, carilah/uruskan segera uang untuk membayar utangmu kepadaku.
D. Konteks Ekonomi dan Bekal Perjalanan:
- bĕcarankō pé bakō kĕn nĕmbahku, bĕrtulu-ringgit e, cari/uruskan untukku tembakau seharga 3 ringgit untuk bekal perjalananku.
E. Konteks Kepemimpinan dan Kebijaksanaan:
- Reje Lingge mubĕcara, Reje Lingge bertindak dengan pertimbangan matang (bermusyawarah).
Bentuk Turunan dan Penggunaannya:
- bĕcara: Nomina/Verba dasar (musyawarah / mengurus).
- mubĕcara: Verba aktif (bertindak dengan pertimbangan / bermusyawarah).
- ibĕcaraié: Verba pasif + sufiks -i dan -é (diuruskan / dicarikan untuknya).
- ibĕcaranko: Verba pasif + sufiks -ko (diuruskan / dicarikan untukmu).
- bĕcarankō: Verba pasif + sufiks -kō (diuruskan / dicarikan untukku).
Catatan:
- Etimologi dan Perluasan Semantik (Arab → Melayu/Aceh → Gayo): Kata ini diserap dari bahasa Arab بِقَارَة biqārah (biqārah) dalam bahasa Arab berasal dari akar kata ب-ق-ر (b-q-r) yang bermakna "membuka", "menjelaskan", atau "menguraikan". Kata ini diserap ke dalam bahasa Melayu/Indonesia menjadi bicara yang berarti percakapan, pembicaraan, atau urusan (percakapan, diskusi, urusan) yang masuk melalui bahasa Melayu/Aceh. Namun, dalam bahasa Gayo, kata ini mengalami perluasan makna yang sangat signifikan. Dari makna dasar "berbicara/berdiskusi", bĕcara meluas menjadi "mengurus/menyediakan". Ini menunjukkan bahwa dalam kosmologi Gayo, berbicara tentang masalah seseorang secara otomatis mewajibkan tindakan nyata untuk mengurus dan menyelesaikannya. "Memikirkan" (bĕcara) dan "Mengurus" adalah satu kesatuan tindakan yang tak terpisahkan.
- Konteks Budaya (Kepemimpinan Deliberatif): Frasa Reje Lingge mubĕcara memberikan wawasan tentang idealisme kepemimpinan Gayo. Seorang Reje (kepala negeri/pemimpin) yang dihormati bukanlah otokrat, melainkan sosok yang mubĕcara (selalu bertindak berdasarkan pertimbangan, musyawarah, dan akal sehat). Penyebutan spesifik "Reje Lingge" menunjukkan bahwa tokoh ini (baik historis maupun folkloris) dijadikan teladan atau standar kebijaksanaan politik di Gayo.
- Konteks Pragmatik dan Penyelesaian Masalah: Penggunaan kata bĕcara dalam konteks utang piutang (ibĕcaranko tir pĕmbèr) menunjukkan bahwa kata ini memiliki dimensi imperatif yang kuat. Ketika seseorang disuruh bĕcara untuk melunasi utang, ia tidak disuruh "berdiskusi" tentang utangnya, melainkan dituntut untuk mencari solusi, mengusahakan uang, dan menyelesaikan masalah secara tuntas.