-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Tarah
Fikaramandio edited this page Aug 5, 2026
·
1 revision
Salabisasi: ta-rah
Kelas kata: Verba
Makna: Menarah; mengerjakan pengerjaan kasar pertama pada kayu atau rotan; membelah atau memotong (dengan bliung dan parang).
Fungsi Utama: Menyatakan proses awal pengolahan kayu atau rotan, yaitu membentuk kasar sebelum dihaluskan lebih lanjut. Juga digunakan sebagai ungkapan jenaka atau eufemisme untuk kematian.
Contoh Penggunaan:
- Mĕnarah papan. : Menarah papan; membelah dan membentuk papan secara kasar.
- Nge sawah tarahé. : Secara berkelakar atau sembrono: dia sudah mati, sudah habis riwayatnya.
- Ini pĕnarahen ni utus Mejen. : Papan-papan ini ditarah oleh tukang/ahli bangunan Mejen.
Catatan:
- Perubahan bentuk : mĕnarah.
- Alat yang digunakan untuk menarah adalah bliung (beliung) dan parang. Proses ini adalah tahap pertama dari pengerjaan kayu.
- Frasa nge sawah tarahé (secara harfiah: "sudah selesai tarahannya") digunakan sebagai ungkapan jenaka, sembrono, atau meremehkan untuk mengatakan bahwa seseorang sudah meninggal. Ini adalah metafora yang menganalogikan selesainya hidup seseorang dengan selesainya proses penarahan kayu. Bandingkan dengan eufemisme kematian lainnya seperti bĕnasa yang lebih halus, sementara tarah di sini bernada lebih ringan atau bahkan mengejek.
Salabisasi: pĕ-na-ra-hen
Kelas kata: Nomina
Makna: Hasil tarahan; sesuatu yang sudah ditarah; papan yang sudah dikerjakan secara kasar.
Fungsi Utama: Menunjuk pada benda (kayu atau papan) yang telah selesai mengalami proses penarahan oleh seseorang.
Contoh Penggunaan:
- Ini pĕnarahen ni utus Mejen. : Ini adalah papan-papan hasil tarahan ahli bangunan Mejen.