-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Tentung
Fikaramandio edited this page May 14, 2026
·
2 revisions
Salabisasi: tĕn-tung
Kelas kata: Verba (kata kerja) / Nomina (dalam konteks folklor)
Makna:
- Menggoyang, menghentak, atau menepuk-nepuk wadah (seperti keranjang, kantong, lengge, kotak, atau pluk) sambil memukulnya agar isi di dalamnya keluar.
- Mengeluarkan bahan berbentuk serbuk atau butiran (seperti kapur, tembakau, mesiu) dari wadahnya dengan cara digoyang dan dihentak.
- (Sebagai nomina dalam folklore): Sebutan untuk makhluk hutan/mitos (tĕntung kapur) yang konon memiliki kuku panjang dan cara bicara tidak jelas atau cadel.
Fungsi Utama:
- Mendeskripsikan tindakan fisik untuk membersihkan wadah atau mengambil/mengeluarkan isi berupa serbuk, butiran, atau kotoran sisa.
- Merujuk pada entitas mitologis yang hidup dalam cerita rakyat dan sering digunakan sebagai ancaman atau peringatan tradisional dalam pengasuhan anak.
Contoh Penggunaan:
-
Itĕntungé rege, kati kuderet bĕrus ari was : Dia menggoyang/menghentak keranjang itu (membenturkannya berulang kali ke tanah) agar kotoran/debu halus jatuh keluar.
-
itĕntungé ubet ari was ni pĕnggalak : Dia menggoyangkan bubuk mesiu keluar dari tabung mesiu.
-
itĕntungé kapur ari wan pluk : Dia menggoyangkan kapur keluar dari kotak kapur.
-
ike mòngòt kō, k' òsahn kasé kō ku tĕntung-kapur sō : Jika kamu menangis, akan kuserahkan kamu kepada tĕntung-kapur sana (ucapan yang ditujukan kepada anak kecil yang merengek atau menangis).
Catatan Tambahan:
- Variasi Bentuk Kata: Bentuk berkonjugasi/aktif yang umum digunakan adalah nĕntung. Bentuk itĕntungé merupakan bentuk transitif berpenanda objek (-é) yang menekankan aksi terhadap wadah tertentu.
-
Konteks Budaya & Folklor:
- Tĕntung kapur digambarkan dalam tradisi lisan Gayo sebagai makhluk hutan yang dahulu sering dijumpai, berkuku panjang, dan saat berbicara mengeluarkan percikan air liur kapur (musĕsĕmpur) serta mengucapkan kata-kata tidak jelas atau cadel (mukècòs).
- Konon, hingga masa dokumentasi, masih ditemukan keturunan (pĕmĕcahen) dari tĕntung kapur di beberapa kampung, yang dapat dikenali dari ciri wicara mereka yang agak cadel. Salah satu contoh yang disebut dalam sumber adalah Pengulu Akim dari Nalun.
- Dalam fungsi sosial, tokoh tĕntung kapur bertahan dalam dongeng dan ungkapan pengasuhan sebagai alat kontrol perilaku anak, mengajarkan kepatuhan melalui ketakutan simbolis terhadap "makhluk hutan".