-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Ewe
Salabisasi: é-wé
Kelas kata: Nomina (Kata Benda), Verba (Kata Kerja)
Makna: Tunggu, pengawal pelindung (chaperon) untuk seorang atau beberapa gadis/perempuan; pendamping, teman.
Fungsi Utama: Digunakan sebagai kata benda untuk menyebut pengawal atau pendamping (khususnya untuk perempuan), dan sebagai kata kerja dasar untuk menyatakan tindakan menunggu atau mengawal.
Contoh Penggunaan:
- Wé kĕn éwéku bĕrutem (nanggō weih kĕklam), ia mengawal saya saat saya pergi mengambil kayu bakar di pegunungan (atau pergi mengambil air ke sungai pada malam hari).
Catatan:
- Variasi Bentuk: Dalam bentuk-bentuk turunannya, kata ini menampilkan varian wé, ōwé, ōé. Sementara itu, bentuk sekunder (sekunder stam) yang berfungsi di samping éwé adalah wèn, èwèn, atau owèn.
- Konteks Budaya: Konsep éwé sangat sentral dalam tata krama dan perlindungan kehormatan dalam masyarakat Gayo. Seorang gadis atau perempuan yang bepergian, terutama ke tempat umum atau pada malam hari, wajib didampingi oleh pengawal pelindung (chaperon) yang biasanya berupa saudara laki-laki, kerabat, atau suami. Hal ini bertujuan untuk menjaga kehormatan, keselamatan, dan nama baik perempuan tersebut serta keluarganya.
Salabisasi: né-wé
Kelas kata: Verba (Intransitif)
Makna: Menunggu.
Fungsi Utama: Digunakan sebagai kata kerja intransitif untuk menyatakan tindakan menunggu tanpa objek langsung.
Contoh Penggunaan:
- aku nge néwé (atau méwé) i umahmu sĕngkĕrat lō, gere gèh-gèh kō, saya menunggu sampai setengah hari di rumahmu, tetapi kamu tidak datang-datang.
Salabisasi: é-wé-i
Kelas kata: Verba
Makna: Menemani seseorang sebagai pengawal pelindung atau chaperon.
Fungsi Utama: Digunakan sebagai kata kerja transitif untuk menyatakan tindakan mengawal atau menemani seseorang (khususnya perempuan) untuk menjaga kehormatannya.
Contoh Penggunaan:
- aku si néwéié (atau nèwèdné atau nōwèdné atau nĕwèdné) blōh manè ku bur sō bĕrutem, saya menemaninya kemarin saat ia pergi mengambil kayu bakar di pegunungan sana.
- iéwéi (atau ièwèn, iwèn atau iōwèn) ine pé aku kĕjep malé ku weih kol, ibu tolong temani saya sebentar, saya ada urusan besar (bab) (ucapan seorang gadis).
Salabisasi: e-wèn / é-wén
Kelas kata: Verba
Makna: Menjaga, menunggu di/di dekat, menjaga (seseorang atau sesuatu).
Fungsi Utama: Digunakan untuk menyatakan tindakan menjaga, mengawasi, atau menunggu di suatu tempat atau menunggu seseorang.
Contoh Penggunaan:
- èwènkō (atau ōwènkō atau wènkō) pé aku kĕjep isòné, tunggu saya di sana sebentar.
- wèn (èwèn atau ōwen) ine aku, tunggu saya, ibu.
- éwén (atau èwèn, ōwèn atau wèn) kō pé anakku şi sakit kĕjep, jagalah sebentar anakku yang sedang sakit.
Salabisasi: e-wèd-ni
Kelas kata: Verba
Makna: Sama dengan EWÈN; (juga) tetap tinggal bersama, bertahan pada (sesuatu).
Fungsi Utama: Digunakan untuk menyatakan tindakan menjaga, menunggu, atau secara metaforis berarti bertahan pada pendirian/kata-kata.
Contoh Penggunaan:
- tue mĕnèwèdni (atau mĕnōwèdni, juga mèwèdni atau mōwèdni) pintu, tue menjaga pintu
tue mĕnèwèdni pintu = posisi para tetua dalam struktur pemerintahan, sebagai pengawas.
- aku ièwèdni (iōwèdni, iwèdni) pongku, teman-temanku menungguku.
- aku malé nèwèdni (atau nowèdni, ook mèwèdni, mówèdni) pongku mulō, saya akan menunggu teman-temanku dulu.
- wé gere mat mĕnèwèdni (atau mĕnōwèdni) prié, pupindah-pindah pri, ia tidak bertahan pada apa yang pernah dikatakannya (diputuskannya), selalu berubah dan berkata lain.
- wèdni[kō] mulō, tunggu sebentar.
Salabisasi: e-wèd-nen
Kelas kata: Verba
Makna: Sama dengan EWÈN.
Fungsi Utama: Digunakan dalam konteks menunggu, menjaga, atau mengawal.
Contoh Penggunaan:
- Gere tĕréwéi (tĕrèwèn atau tĕrówèn) si bĕbĕru òya ku bur sō, ngenjelen kite; kĕjep kite silep, nge dĕmu wé urum diangé, Sulit sekali mengawal gadis ke perbukitan sana, lengah sebentar, ia sudah menemui kekasihnya.
- Gere tĕrwèdni (tĕrèwèdni, tĕrōwèdni) aku kō nè, saya tidak bisa menunggu Anda lebih lama.
- gere tĕrwèdni aku nĕgĕri ini, pòrak tu, saya tidak bisa tinggal di negeri ini, terlalu panas.
Salabisasi: bĕ-ré-wé
Kelas kata: Verba (Pasif)
Makna: Diawal, dikawal, diawasi.
Fungsi Utama: Digunakan sebagai bentuk pasif untuk menyatakan bahwa seseorang atau sesuatu sedang dikawal atau diawasi.
Contoh Penggunaan:
- Benen òya bĕréwé (atau muéwé) ku bur sō, dĕngadné rōa paké kĕn pĕnéwéa, perempuan itu selalu diawasi pergi keperbukitan itu, dua saudaranya (atau sepupunya) sebagai pengawalnya.
- Urang ranté bĕrèwèn (atau bĕrówèn) ike bĕrbuet, si nèwèdni (nōwèdni) mandur, ike gere bĕrōwèn, mahat cules bĕrbuet, Orang berantai (para tahanan - di Batavia) bekerja di bawah pengawasan, para mandorlah yang mengawasi mereka; jika tidak diawasi, mereka curang.
- Bĕrèwèdnen (atau bĕrōwèdnen, bĕrwèdnen) musuhte isòné, nantén (or nōwèdni) kite kuderet, musuh kita sudah menunggu di sana, mengintai apakah kita akan keluar (dari benteng).
Salabisasi: bĕr-si-wèd-nen
Kelas kata: Verba (Resiprokal)
Makna: Saling menunggu; (juga) masing-masing dari pihaknya menunggu pihak lain (sehingga tidak bertemu).
Fungsi Utama: Digunakan untuk menyatakan tindakan saling menunggu, atau secara negatif berarti saling bertahan pada pendirian sehingga tidak ada yang mengalah.
Contoh Penggunaan:
- bĕrsiwèdnen kĕn pri, masing-masing bertahan pada kata-katanya atau keputusannya (sehingga tidak tercapai kesepakatan).
Salabisasi: mé-wé
Kelas kata: Verba
Makna: Menunggu.
Fungsi Utama: Bentuk variasi dari menunggu, lebih umum digunakan dalam bentuk mèwèn, mōwèn, atau mòèn.
Contoh Penggunaan:
- mōwèn (mèwèn) kō mulō kĕjep, tunggu sebentar.
- aku mōwèn (mèwèn) i dĕné sō kasé, kati murum blōh, saya akan menunggu di jalan sana, supaya kita bisa pergi bersama.
- i si kō mōwèn bĕsilō, di mana kamu sekarang tinggal/berada?
Salabisasi: pu-é-wé-(é)-wé
Kelas kata: Verba
Makna: Sangat sibuk atau repot mengawal/menjaga.
Fungsi Utama: Digunakan untuk mengekspresikan rasa kesal karena seseorang terlalu ketat atau sibuk mengawal perempuan, sehingga menghalangi pemuda lain.
Contoh Penggunaan:
- benen sabi bueté, bōh kite pĕpòki, ia sangat sibuk mengawal perempuan-perempuan (dari kaumnya) (sehingga kita tidak bisa bercanda dengan mereka), ayo kita hajar dia (para pembicara adalah pemuda).
Salabisasi: pé-wé
Kelas kata: Verba
Makna: Menunggu (dalam waktu yang lama).
Fungsi Utama: Digunakan untuk menyatakan tindakan menunggu yang sudah berlangsung lama atau terus-menerus.
Contoh Penggunaan:
- aku péwé (atau pèwèn, puèwèn or powé or powèn) isinen ari kabur sine mi, gere gèh-gèh wé, saya menunggu di sini sejak pagi tadi, tetapi dia tidak datang-datang.
- pōwèn-ōwèn (atau pèwèn-èwèn) urang Gayō i Bur Intim-intim, hingge lepas Blende tĕr dĕné Jagòng, orang-orang Gayo terus menunggu di pegunungan Intim-intim, sementara orang Belanda melewati jalan Jagong.
Salabisasi: pĕ-né-wé
Kelas kata: Nomina
Makna: Pengawal, penjaga, orang yang bertugas mengawasi.
Fungsi Utama: Digunakan sebagai kata benda untuk menyebut orang yang memiliki tugas mengawal, menjaga, atau mengawasi seseorang atau sesuatu.
Contoh Penggunaan:
- Kĕn pĕnéwé (pĕnèwèn or pĕnōwèn) ni benen we guneé, ia hanya cocok menjadi pengawal perempuan (ia terlalu bodoh untuk pekerjaan yang memerlukan keahlian).
- Tĕmuluk kĕn pĕnèwèn (atau pĕnōwèn) ni kōrō i wer, seorang budak menjaga kerbau di kandang.
- wé kĕn pĕnĕwèn (pĕnōwèn) ni jĕma si nge irapus sie, ia harus menjaga tawanan itu.