-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Rindu
Fikaramandio edited this page Jul 30, 2026
·
1 revision
Salabisasi: rin-du
Kelas kata: Nomina (kata benda) dan Verba (kata kerja keadaan).
Makna: Rasa kasih, sayang, ketertarikan, atau afeksi terhadap seseorang atau sesuatu.
Fungsi Utama: Digunakan untuk menyatakan perasaan positif, rasa suka, atau ikatan emosional yang hangat. Kata ini juga menjadi akar untuk membentuk konsep tentang hal-hal yang dapat memikat atau menarik simpati orang lain dalam interaksi sosial.
Contoh Penggunaan:
- Rindu jĕma kén se : orang-orang menyukai atau menyayanginya.
- dōa pĕmanis upuh ilang, dōa pĕnrindu, busuk urum kupang : Doa agar terlihat cantik/ganteng adalah pakaian berwarna merah, dan doa perindu adalah busuk dan kupang (nama mata uang Gayo).
Catatan:
- Variasi Penggunaan: Kata ini dapat berdiri sendiri sebagai kata sifat/keadaan, atau dibentuk menjadi kata benda turunan seperti pĕnrindu (sesuatu yang menimbulkan rasa suka, ketertarikan, atau afeksi).
-
Konteks Budaya:
- Realisme Sosial dalam Peribahasa: Peribahasa yang dikutip dalam entri ini sangat menarik dan mencerminkan realisme sosial yang tajam (bahkan sedikit sinis) dalam masyarakat Gayo. Peribahasa tersebut menyatakan bahwa daya tarik seseorang tidak hanya bergantung pada estetika penampilan (pakaian merah yang indah, upuh ilang), tetapi juga sangat ditentukan oleh faktor materi (uang/kekayaan).
- Metafora "Busuk Urum Kupang": Frasa "busuk urum kupang" (jenis mata uang Gayo) digunakan secara metaforis untuk mewakili "uang" atau "kekayaan". Ini menunjukkan bahwa masyarakat Gayo menyadari bahwa kekayaan material sering kali menjadi daya tarik utama dalam hubungan sosial, di samping penampilan fisik.
- Simbolisme Warna: Penyebutan upuh ilang (kain merah) sebagai "pemanis" atau pemikat visual selaras dengan nilai estetika tradisional di mana warna-warna cerah dan mencolok sering dikaitkan dengan status, perayaan, dan daya tarik.