-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Alamat
(atau ILAMAT)
Salabisasi: a-la-mat (i-la-mat)
Kelas kata: Nomina (kata benda)
Makna:
- Tanda, pertanda, isyarat, atau firasat (terutama yang berkaitan dengan fenomena alam atau nasib).
- Alamat atau tujuan surat (makna serapan dari bahasa Melayu/Indonesia modern).
Fungsi Utama: Sebagai nomina yang merujuk pada penanda atau isyarat yang memberikan informasi tentang suatu kejadian yang akan datang (pertanda/omen) atau identitas/lokasi (alamat).
Bentuk Turunan dan Variasi:
- alamat: bentuk dasar.
- ilamat: variasi fonetis.
- alamat ni dĕna: frasa nomina (tanda di wajah / pertanda nasib).
- alamat ni suret: frasa nomina (alamat tujuan surat).
Contoh Penggunaan:
-
Mĕgĕguk Datu Tinjō Langit alamat pĕnungén kras
Jika Datu Tinjō Langit mengeluarkan suara gemuruh seperti guruh, itu adalah pertanda bahwa wabah penyakit yang parah akan datang. lihat gegur -
Ara alamat ni dĕna i salaké, òya kati maté we anaké
Ada tanda kesialan di wajahnya, itulah sebabnya anak-anaknya terus-menerus meninggal.
Catatan:
-
Konteks Budaya dan Spiritual (Datu Tinjō Langét): Entri ini mengaitkan konsep "alamat" (pertanda) dengan fenomena alam dan kepercayaan tradisional Gayo. "Datu Tinjō Langét" adalah formasi batu di Gunung Nalon (di wilayah Bur Tinjō Langét) yang menyerupai manusia dan dianggap sebagai leluhur atau entitas spiritual. Suara gemuruhnya (gegug) yang terdengar di seluruh Tanah Gayo diinterpretasikan sebagai "alamat" atau peringatan dini akan datangnya wabah (bele / epidemi) atau bencana umum. Ini menunjukkan adanya sistem peringatan dini tradisional yang berbasis pada pengamatan alam dan kepercayaan spiritual.
-
Fisiognomi dan Takhayul: Frasa alamat ni dĕna i salaké (tanda kesialan di wajah) mencerminkan kepercayaan tradisional bahwa ciri fisik seseorang dapat menjadi pertanda nasib buruk, seperti kematian anak-anaknya. Ini terkait erat dengan konsep fisiognomi yang juga pernah disinggung dalam entri kelit (di mana ciri fisik seperti lubang telinga berbulu dianggap sebagai tanda kekikiran).
-
Pergeseran dan Perluasan Makna: Kata alamat juga digunakan dalam makna modern/Melayu sebagai "alamat surat" (alamat ni suret). Hal ini menunjukkan adaptasi kosakata Gayo terhadap kebutuhan administrasi dan komunikasi modern, di mana makna aslinya yang bersifat spiritual/fenomenologis diperluas ke ranah fungsional-administratif.
Sumber :
-
Hazeu, GAJ (1907) Gajosch - Nederlandsch Wordenboek, Batavia Landsrukkerij, halaman (11)
-
Hurgronje, C. Snouck (1903) HET GAJOLAND AND ZIJNE BEWONERS, Batavia Landsrukkerij, halaman (207)