-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Wah
(atau U(W)AH)
Salabisasi: wah (1 suku kata); u-wah (2 suku kata).
Kelas kata: Nomina (Kata Benda), Verba (Kata Kerja - pada bentuk turunan).
Makna:
- (Nomina) Buah, kuncup, biji.
- (Nomina) Sebutan teknis untuk semua benda yang digunakan untuk bermain atau berjudi, terlepas dari apakah benda tersebut berupa buah-buahan asli, biji-bijian, batu-batu kecil, atau potongan gambir, dan sebagainya.
- (Verba - pada bentuk turunan) Berbuah, menyediakan biji, atau memasukkan batu/biji ke dalam lubang permainan.
Fungsi Utama: Digunakan sebagai kata benda untuk merujuk pada buah secara biologis, bagian anatomi tertentu, atau alat permainan tradisional. Sebagai kata kerja (dalam bentuk turunan), digunakan untuk menyatakan proses menghasilkan buah atau tindakan mengisi lubang permainan dengan alat permainan.
Contoh Penggunaan:
- Wah n kayu, buah.
- wah n rom, buah/bulir padi.
- asam tulu wah, tiga buah jeruk atau tiga jeruk.
- wah n tis, betis, bagian berdaging dari betis.
- wah ni pantat, bokong.
- wah n ragi, sepotong dari campuran rempah-rempah (awas), yang diperlukan untuk membuat ragi.
- [uren] wah-wah, hujan es (batu).
- wah-wah sat nini mĕtauh dĕlé pĕdih, baru saja hujan es turun dengan lebat.
- anak ni wah, keuntungan dari orang yang meminjamkan gambir (wah n kacu) kepada para penjudi (jika peminjam kalah, pemberi pinjaman harus menunggu pembayaran dan sekarang menerima 16 untuk setiap 12 wah yang dipinjamkan).
- Wahi (nwahi atau nuwahi), menyediakan biji-bijian, memasukkan batu-batu ke dalam (misalnya ke dalam lubang-lubang permainan gĕdung.
- Muwah, memiliki atau mendapatkan buah, berbuah.
- Per(u)wah, [secara teratur setiap tahun] menghasilkan buah (untuk pohon buah), subur.
Catatan:
- Asal-usul/Perbandingan: Sebanding dengan kata buah dalam bahasa Melayu dan woh dalam bahasa Jawa. Varian bentuk dasarnya adalah u(w)ah.
- Konteks Budaya (Permainan dan Ekonomi Mikro): Kata wah memiliki makna teknis yang sangat spesifik dalam konteks permainan tradisional (seperti gĕdung/congklak) dan perjudian. Ia tidak hanya merujuk pada buah biologis, tetapi pada objek yang dimainkan. Konsep anak ni wah menunjukkan adanya sistem ekonomi mikro, permodalan, dan bagi hasil dalam praktik perjudian tradisional (sistem pinjaman modal judi dengan sistem bunga/bagi hasil yang menggiurkan bagi pemberi pinjaman).
Salabisasi: wah (1 suku kata).
Kelas kata: Interjeksi (Kata Seru).
Makna: Wah (ungkapan keterkejutan, keheranan, kekaguman, atau kemarahan).
Fungsi Utama: Digunakan sebagai seruan spontan untuk mengekspresikan reaksi emosional yang sangat kuat terhadap suatu kejadian, baik yang bersifat positif (kagum/terkejut) maupun negatif (marah/terkejut/mengutuk).
Contoh Penggunaan:
- Wah cupak n ineé, klam sine nge imeié ambungte, wah celaka (kutukan) vagina ibunya, keranjang kita dibawa orang semalam.
- wah, nge minter mungge umahmu itóskō, wah, tiba-tiba sudah selesai kamu membangun rumah mu, - cepat sekali kamu menyelesaikan pembangunan rumahmu (lebih cepat dari yang saya duga).
Catatan:
- Konteks Budaya dan Pragmatik: Sebagai interjeksi, wah memiliki rentang emosi yang luas. Pada contoh pertama (Wah cupak n ineé...), kata ini digunakan dalam konteks kemarahan, kutukan, atau keterkejutan yang sangat negatif (karena kehilangan barang). Penggunaan kata-kata kasar/kotor (seperti merujuk pada kemaluan ibu) dalam kutukan adalah fenomena linguistik yang ditemukan dalam beberapa budaya saat seseorang sangat marah dan kehilangan kendali emosinya. Pada contoh kedua, wah digunakan untuk menyatakan kekaguman atau keterkejutan positif terhadap kecepatan seseorang menyelesaikan rumah.
Salabisasi: wah (1 suku kata).
Kelas kata: Preposisi (Kata Depan) / Nomina [Merujuk pada entri WAS].
Makna: Di dalam, bagian dalam; merupakan bentuk varian atau pelafalan alternatif dari kata was.
Fungsi Utama: Digunakan sebagai bentuk varian yang memiliki makna dan fungsi yang sama persis dengan kata was, yaitu untuk menunjukkan posisi "di dalam" atau arah gerakan "ke dalam/dari dalam".
Catatan:
- Entri Silang: Entri ini merupakan rujukan silang (cross-reference) yang merujuk langsung pada lema WAS.
- Variasi Bentuk dan Fonologi: Merupakan salah satu bentuk varian fonologis dari kata was (seperti juga wadn, iwan, dll.) yang muncul akibat proses asimilasi atau peluruhan bunyi dalam percakapan cepat.