-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Tundung
Fikaramandio edited this page Jul 23, 2026
·
1 revision
(atau Nundung)
Baca "Tunung" atau "nunung" dengan bunyi huruf /d/ yang samar
Salabisasi: tun-dung (nun-dung)
Kelas kata: Verba (kata kerja); Nomina (kata benda, pada bentuk turunan).
Makna: Mengikuti; mengejar; melacak; menuruti (perintah atau nasihat); atau orang yang diikuti/dipatuhi (pemandu/pemimpin).
Fungsi Utama: Berfungsi sebagai predikat yang menyatakan tindakan fisik (mengejar, mengikuti jejak), tindakan abstrak (menuruti nasihat, melanjutkan sesuatu), atau sebagai kata benda yang merujuk pada figur otoritas, pemandu, atau pemimpin dalam konteks sosial dan perdagangan.
Contoh Penggunaan:
- Itundungé ineé: (anak itu) mengikuti ibunya.
- kō mulō blōh, aku gèh puren nundung: kamu pergilah lebih dulu, aku akan menyusulmu nanti.
- nundung gajah: memburu/mengejar gajah.
- nundung kōrō: mengejar kerbau [yang dicuri]. (Frasa jema nundung kōrō digunakan sebagai peribahasa untuk menggambarkan orang yang berlari sangat cepat).
- aku nundung nipingku: saya sedang mengikuti/mencari wujud dari mimpi saya (misalnya, mencari benda yang saya lihat dalam mimpi).
- itundungé pri n amaé: ia menuruti nasihat ayahnya.
- nundung weih ini k’ uken dĕnénte: ikuti [alur] sungai ini ke arah hulu jalur kita.
- tundung tapas, dewe mutu: "pengejaran dilakukan segera, tuntutan diajukan tanpa penundaan" (peribahasa yang digunakan untuk menyatakan bahwa seseorang segera menuntut klarifikasi, misalnya dalam kasus penculikan, pencurian, dll.).
- Itundungenkō pé tĕngku ku mĕrĕsah, lanih pĕdih gèh: kamu susul tengku ke mĕrĕsah, sudah terlalu lama (perginya). - meminta seseorang menjemput tengku ke meresah
- Osòp bĕrpèrah, blōh bĕrtundung: jika seseorang (atau sesuatu) hilang, ia harus dicari; jika seseorang pergi, harus disusul (demikianlah seharusnya sikap para saudere / kerabat satu sama lain).
- Bĕrsitundungen: saling mengalah, hidup rukun dan harmonis (tentang suami dan istri).
- Nge mutundung kōrō manè: kerbau yang [dicuri] kemarin sudah dilacak (jejaknya sudah ditemukan).
- Pĕtundung atau tĕmundung sabi: selalu mengikuti di belakang [ibunya] (tentang anak kecil).
- Ini pĕnundung (atau tĕnundung) ni ringgit tengah éa: ini adalah lanjutan/tambahan dari uang yang saya berikan kepadamu terakhir kali (diucapkan oleh seorang pemuda kepada kekasihnya).
- Tundungen: orang yang diikuti/dipatuhi/panutan (misalnya: sahan kĕn tundungen i Pĕnampakan bĕsilō = siapa sekarang menjadi panutam di Penampakan). Secara khusus: orang yang bertindak sebagai pemandu dan penasihat bagi rombongan yang pergi ke Pesisir (Kust) untuk berdagang, dan karena itu dibebaskan dari pungutan biasa (edet) oleh para kepala suku Aceh (juga disebut ulu kawan, ulu blōh, dan pĕtue).
Catatan:
-
Konteks Budaya dan Filosofi Sosial:
- Solidaritas Kekerabatan: Peribahasa Osòp bĕrpèrah, blōh bĕrtundung adalah inti dari kewajiban sosial dalam budaya Gayo. Seorang saudere (kerabat) tidak boleh membiarkan anggota keluarganya hilang atau pergi tanpa mencari atau menyusulnya. Ini adalah manifestasi konkret dari tanggung jawab kolektif.
- Keadilan Restoratif yang Cepat: Peribahasa tundung tapas, dewe mutu menunjukkan bahwa dalam kasus pelanggaran adat (pencurian, penculikan), masyarakat Gayo menuntut penyelesaian dan klarifikasi yang segera, tanpa penundaan, untuk memulihkan ketertiban.
- Ekonomi dan Diplomasi: Peran tundungen sebagai pemandu perdagangan yang dibebaskan dari pajak (edet) menunjukkan adanya struktur diplomasi dan ekonomi yang canggih antara dataran tinggi Gayo dan pesisir Aceh. Orang yang memiliki pengetahuan dan kepemimpinan ini dihargai dengan kekebalan fiskal.