-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Mbeh
(meh)
Salabisasi: Mbéh
Kelas kata: Adjektiva (kata sifat) dan Verba (kata kerja).
Makna:
- Adjektiva: Menyatakan keadaan habis, selesai, atau tidak tersisa lagi.
- Verba: Menghabiskan, menyelesaikan, atau mengakhiri sesuatu hingga tidak ada yang tersisa.
Fungsi Utama:
- Sebagai adjektiva: Digunakan untuk menyebut keadaan sesuatu yang sudah habis, selesai, atau mencapai batas maksimal.
- Sebagai verba: Menggambarkan aksi menghabiskan, menyelesaikan, atau mengakhiri sesuatu.
Contoh Penggunaan:
-
Nge mbèh pèngku bĕsilō : Uang saya sudah habis saat ini.
-
Nge mbèh kĕsahé : Napasnya habis (dia meninggal)
-
Nge mbèh blōngku : Sirih saya sudah habis.
-
I Gayō nge mbèh prang : Perang di tanah Gayo sudah berakhir.
-
Nge mbèh maté : sudah habis mati.
-
Mbèh isi nĕgĕri isidiki : Seluruh isi negeri sudah diperiksa
-
Nge mbĕh icaruté jĕma bédné: Habis semua orang dimaki semua
-
Mbèh narueé : habis tingginya - Sudah tumbuh penuh (dewasa), atau ia sangat tinggi.
-
Mbèh pĕnarōdné umah i Gayo pitu ruang Rumah di Gayo paling panjang rumah tujuh ruang.
-
Mbèh mòkòté kite i ranto lang sō due bulen padi: paling lama di rantau dua bulan saja.
-
Nge mbèh kasih ni pòng kĕn sé: Semua orang menyayanginya.
Kata Kerja Turunan:
Makna: Menyelesaikan, Menghabiskan
-
Imbèdné krō : Dia menghabiskan nasi itu.
-
Pèngé nge imbèdné ijudédné : Dia sudah menghabiskan semua uangnya untuk berjudi
-
Kumbèn sòpatmu (nyawamu) : Aku akan membunuhmu (ungkapan kasar).
- Gere tĕrmbèdné krōé i wan pinggen : Ia tak mampu menghabiskan nasinya di piring.
-
Nge mumbèh rĕtangku : Hartaku sudah hampir habis.
-
Blōngku nge mumbèh : Sirih saya sudah hampir habis.
- Pumbèh-mbèh rĕta we buet ni anakmu e Anakmu menghabiskan semuanya begitu saja (misal: berjudi).
Akhir, Ujung
-
Pĕrmbèhné Blende prang i Alas Perang berakhir di tanah Alas.
-
Ini pĕrmbèhné rĕtangku : Inilah hartaku yang terakhir.
-
Pĕrmbèhen ulen 'ni ngĕrje aku : Pada akhir bulan ini aku akan mengadakan pesta pernikahan.
-
Aku malé mĕmbli upuh naan, nèngòn aku ku pĕmĕlitku nge kĕmbèhen pèng : Aku ingin beli kain lagi, tapi waktu kulihat ke dompet, uangku ternyata sudah habis.
-
Nge kĕmbèhen pantun : (Dalam lomba didong) dia sudah kehabisan pantun untuk dibalas.
persamaan dan perbedaan antara mbèh dan bèh (termasuk varian bèwèh dan bédné) dalam bahasa Gayo, berdasarkan data linguistik yang telah diberikan:
-
Makna Inti tentang Totalitas
Keduanya menyatakan kelengkapan, keseluruhan, atau tanpa pengecualian:- mbèh: “habis”, “selesai”, “tidak tersisa”.
- Bèh / bèwèh: “semua”, “segala sesuatu”, “bermacam-macam tanpa batas”.
-
Fungsi Kuantifikasi Universal
Keduanya berfungsi sebagai penanda kuantitas universal dalam kalimat—baik untuk orang, benda, tindakan, maupun waktu. -
Dapat Berfungsi sebagai Predikat
Dalam struktur kalimat bahasa Gayo yang sering tidak memerlukan verba eksplisit, keduanya bisa berdiri sebagai predikat: -
Memiliki Bentuk Turunan Morfologis
Keduanya membentuk kata turunan dengan prefiks/sufiks untuk mengekspresikan aspek, modalitas, atau fungsi gramatikal lain:
| Aspek | mbèh | Bèh / Bèwèh / Bédné |
|---|---|---|
| Inti Semantik | Akhir, kehabisan, penyelesaian → fokus pada hasil akhir atau pengurangan hingga nol. | Totalitas awal/keberadaan → fokus pada cakupan penuh atau keragaman tanpa batas. |
| Arah Waktu/Semantis | Telah selesai / tidak ada lagi (resultatif, negatif implisit). | Masih ada / mencakup semua (afirmatif, inklusif). |
| Nuansa Emosional/Budaya | Sering bernada negatif (kehilangan, kematian, kegagalan) atau netral (akhir suatu periode). | Sering netral atau positif, tetapi bisa negatif jika dikaitkan dengan perilaku (mis. bèh si ièngòdné = ikut campur urusan orang). |
| Kelas Kata Utama | Lebih sering berfungsi sebagai partikel predikatif atau adverbia intensitas. | Lebih jelas sebagai nomina kuantitatif atau determinator universal. |
| Turunan Pronomina | Tidak membentuk pronomina persona. | Membentuk sistem pronomina kolektif: bédnkami, bédnte, bédnmè, bédnmu. |
| Konotasi Temporal | Mengacu pada titik akhir (e.g., perang berakhir, uang habis). | Mengacu pada jangkauan luas (e.g., semua orang, segala macam hal). |
| Contoh Kontras | Nge mbèh krō → Nasinya sudah habis. | bèh si ipadné → Ia makan apa saja (masih ada makanan, tapi ia tidak pilih-pilih). |
- mbèh = "tidak ada lagi" → depletif (menghabiskan sampai kosong).
- Bèh = "semua yang ada" → inklusif (mencakup segala sesuatu yang tersedia).
Dalam kerangka semantik universal, mbèh dekat dengan konsep "exhaustive completion", sedangkan bèh dekat dengan "universal quantification".